keadaan kota bekasi

Disnaker Kab Bekasi Akui KHL Tidak Layak (Radar Bekasi)
oleh Michael Oncom Vitanca

Cikarang Pusat – Desakan serikat buruh untuk menaikkan Upah Minimun Kabupaten/Kota sesuai dengan kebutuhan riil direspon Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi. Disnaker mengakui, usulan serikat buruh yang menginginkan UMK Rp2,7 juta masuk akal dan sesuai kebutuhan hidup.

Kadisnaker Kabupaten Bekasi Haries Wijaya mengatakan, usulan serikat buruh yang mengusulkan UMK Rp2,7 juta dan tidak mengikuti KHL sangat sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Dari 46 item yang dijadikan perhitungan KHL, serikat menambahkan 38 item yang secara keseluruhan sesuai kebutuhan.

“Pengajuan yang diberikan serikat buruh sudah kami terima dan nantinya akan kami teruskan ke bupati,” ujarnya. Ditambahkan, usulan serikat buruh sangat mungkin direalisasikan 2012 mendatang. Pasalnya, saat ini KHL sudah diputuskan menjadi Rp1,356 juta dari sebelumnya Rp1,250 juta.Setelah meminta rekomendasi bupati, kata Haries pihaknya akan meneruskan ke Kemenakertrans, apakah usulan tersebut direalisasikan atau ditunda.

“Kalau bupati sudah tandatangan, akan sangat mungkin Kemenakertrans mengabulkan usulan serikat buruh. Dan bisa menjadi UMK terbesar di Indonesia,” paparnya.Terpisah, Ketua Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Obon Tobroni menjelaskan, para buruh hanya ingin meminta satu persen dari keuntungan perusahaan untuk kesejahteraan. UMK yang diajukan berdasarkan kebutuhan riil sudah tepat dan standar kehidupan normal.

“Kami tambahkan beberapa item seperti kipas angin, alat ibadah, termasuk dana sosial. Ini riil dan terjadi pada semua buruh. Kami tidak memasukkan handphone, karena bukan menjadi kebutuhan riil, meski sangat dibutuhkan. Karena itu sudah menjadi kebutuhan hidup mewah,” jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi Nabrih mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh usulan UMK sebesar Rp2,7 juta. Hal tersebut lantaran Kabupaten Bekasi menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar untuk industri, dan sangat wajar para buruh hidup layak dan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Jika sudah direalisasikan, harus dilakukan pengawasan agar UMK yang diterima buruh sesuai dan tidak ada potongan sana-sini.

“Kami dukung itu untuk bisa direalisasikan. Perusahaan maju karena buruhnya semangat bekerja dan harus diberikan upah sesuai kebutuhan riil, bukan kebutuhan hidup layak yang sudah tidak sesuai dengan kenyataan,” singkat politisi PDIP ini.

Tentang ahmadrivan

do the best and be the best
Pos ini dipublikasikan di Tulisan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s